KAJIAN PANJANG DAN POSISI TANAM STEK BATANG UBI JALAR (Ipomea batatas L.) VARIETAS MANOHARA PUTIH
Abstract
Stek batang ubi jalar adalah bahan perbanyakan yang lazim digunakan pada penanaman ubi jalar dengan posisi stek saat penanam yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji panjang stek batang ubi jalar dan posisi tanam stek batang ubi jalar varietas Manohara putih yang menunjukkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar terbaik. Percobaan dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2023, di lahan Bonsai Farm, Baso. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan 3 kelompok. Faktor pertama adalah panjang stek ubi jalar dengan 4 taraf : (S1) 20 cm, (S2) 25 cm, (S3) 30 cm dan (S4) 35 cm. Faktor kedua adalah posisi tanam stek ubi jalar yang terdiri dari 2 taraf : (P1) posisi stek tegak, (P2) posisi stek mendatar. Variabel pengamatan terhadap panjang tanaman, jumlah cabang utama, jumlah umbi dan berat umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panjang stek batang ubi jalar terbaik pada variabel panjang tanaman pada perlakuan S4 yaitu 41,1 cm berbeda nyata terhadap perlakuan S1, namum berbeda tidak nyata terdapat perlakuan S2 dan S3. Sedangkan perlakuan posisi tanam stek menunjukkan perbedaan yang tidak nyata antara P1 dan P2. Pada pengamatan jumlah cabang utama, jumlah umbi dan berat umbi per rumpun belum menunjukkan perbedaan yang nyata pada kedua kombinasi perlakuan.
References
Aulia L, Hidayati H, Nafi’ah, Hendrawan (2022). Perbedaan Hasil dan Kualitas Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Akibat Perendaman Stek Menggunakan Ekstrak Bawang Merah. Agritekh. Vol.3 No.1.
Herliana, Indra., Pujawati Suryatmana., Reginawanti Hindersah., Rhazista Noviardi. (2021). Pengaruh Penambahan Top Soil Inceptisol dan Kompos pada Tailing Amalgamasi terhadap Panjang Sulur, Diameter Sulur dan Jumlah Cabang Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.). Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 8 No 1: 161-168.
Kusumayanti, H., Ahmad, L., Setiawati & Ginting. (2016). Pengolahan Ubi Jalar (Ipomea batatas L) Dengan Sistem Kering Untuk Meningkatkan Komoditas Pangan Lokal. Jurnal Metana. Vol.12 No.2.
Maulida, Dwi Putri dan Asep Setiawan (2018). Pengaruh Jumlah Buku terhadap Produksi Bibit Ubi Jalar Varietas Cilembu dan Varietas Ungu. Bul. Agrohorti 6(1) : 78 – 86
Noer, S.W., Mohammad, W., & Kardiman (2017). Pemanfaatan Tepung Ubi Jalar (Ipomea Batatas L) Berbagai Varietas sebagai Bahan Baku Pembuatan Kue Bolu Kukus. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. Vol.3.
Rahmania, E.A., Tyasmoro, S. Y. dan Suminarti, N. E. (2015). Pengaruh Pengurangan Panjang Sulur dan Frekunesi Pembalikan Batang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar ((Ipomoea batatas L. ) Var. Orange Madu. Jurnal Produksi Tanaman. 3 (2) : 126 – 134.
Richardson, K.V.A. (2019). The Impact of Different Weather Conditions on Ground Cover Development and Tuber Yield of Sweet Potato, no.27, pp. 1-15, May 2019
Rosidah (2014). Potensi Ubi Jalar sebagai Bahan Baku Industri Pangan. Teknobuga Volume 1 No.1.
Sianturi, D.A dan Ernita. (2014). Penggunaan Pupuk Kcl Dan Bokashi Pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomae batatas). Jurnal Dinamika Pertanian Volume XXIX Nomor 1 April 2014 (37 - 44)
Soenyoto, E. 2016. Pengaruh dosis pupuk anorganik NPK Mutiara (16:16:16) dan pupuk organik Mashitam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bangkok Thailand. Jurnal Hijau Cendekia 1(1):21-27.
Sumarwoto. Wirawati, T. Frisanto dan Rifan. 2008. Uji Varietas Ubi Jalar (Ipomea batatas L) Pada Berbagai Jenis Pupuk Organik Alami dan Pupuk Buatan (N, P, K). Jurnal Pertanian Mapeta, 10(3): 203-210.
Suminarti, Nur Edy, dan Ratih Novrianti (2017). Pengaruh Defoliasi dan Posisi Penanaman Stek Batang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Lam. Var. Sari. Jurnal Biodjati, 2 (1).
Wargiono, J dan A. G. Manshuri. 2012. Ubi jalar Inovasi Teknologi dan Prospek Pengembangan. Malang: Balitkabi. Malang.


















